Buku Leangleang Maros: Gerbang Peradaban Purba Dunia merupakan karya kolaboratif para arkeolog, sejarawan, antropolog, geolog, biolog, dan budayawan dari Indonesia maupun mancanegara yang lahir dari
Category: Sejarah
La Patau Matanna Tikka dikenal sebagai salah satu raja Bone yang memperkuat penerapan syariat Islam di Kerajaan Bone pada akhir abad ke-17 hingga awal abad
Cenrana Menjadi Ibukota Kerajaan Bone manakala La Patau telah resmi memangku mahkota kerajaan Bone menggantikan Arung Palakka pada tahun 1696. La Patau memberikan perhatian khusus
Oleh : H. A. Ahmad Saransi “Appangara o, Sangka Batara; narileggareng calikerara’na lè langiè; lè narireddu’ tema gonratu; …pabbittè oling Ruma Makkompong…” Dalam naskah epik
Gau’ Maraja adalah perhelatan budaya tahunan yang telah menjadi agenda penting dalam pemajuan kebudayaan di Sulawesi Selatan. Sejarah awalnya, Gau’ Maraja adalah festival objek pemajuan
Cenrana sebagai kelanjutan sungai Walennae memiliki lembah-lembah sungai yang subur dan merupakan salah satu jalur penting transportasi dan komunikasi antara daratan tengah Sulawesi Selatan dan
Situs Cenrana Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone merupakan peninggalan La Patau Matanna Tikka raja Bone ke-16. La Patau Matanna Tikka lahir pada Tanggal 3 November 1672