Resensi Buku: Leangleang Maros: Gerbang Peradaban Purba Dunia

Buku Leangleang Maros: Gerbang Peradaban Purba Dunia merupakan karya kolaboratif para arkeolog, sejarawan, antropolog, geolog, biolog, dan budayawan dari Indonesia maupun mancanegara yang lahir dari Konferensi Internasional Gau’ Maraja Leangleang Maros 2025. Buku ini menempatkan kawasan Karst Maros-Pangkep sebagai salah satu pusat terpenting dalam studi asal-usul peradaban manusia dunia.

Gagasan Utama
Buku ini berangkat dari temuan-temuan arkeologi mutakhir yang menunjukkan bahwa kawasan Maros menyimpan jejak aktivitas manusia modern paling awal di dunia, termasuk lukisan gua berusia lebih dari 45.500 tahun, bahkan beberapa temuan terbaru menunjukkan usia sekitar 51.200 tahun. Temuan tersebut menggeser paradigma lama yang selama ini menempatkan Eropa sebagai pusat awal perkembangan seni dan simbolisme manusia.

Isi Pokok Buku
Buku ini membahas berbagai tema besar:
Arkeologi dan Seni Cadas Purba
Lukisan tangan, babi rusa, dan berbagai gambar cadas tertua dunia.
Budaya Toalean sebagai salah satu kebudayaan prasejarah paling unik di Nusantara.
Temuan rangka manusia “Besse” yang membuka pemahaman baru tentang migrasi dan genetika manusia purba Sulawesi.

Sejarah Peradaban Maros
Maros diposisikan sebagai simpul perlintasan manusia, budaya, dan teknologi sejak ribuan tahun lalu.
Kajian sejarah awal Maros serta perannya dalam jaringan budaya Sulawesi Selatan.

Megadiversitas Maros
Perpaduan antara geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.
Kawasan Karst Maros-Pangkep dipandang sebagai lanskap budaya dan ekologis yang memiliki nilai universal luar biasa.

Pelestarian dan Pengembangan
Strategi menuju pengakuan UNESCO World Heritage.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pemanfaatan warisan budaya untuk pendidikan, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya.

Keunggulan Buku
Menghadirkan tulisan para pakar internasional seperti Campbell Macknight, Adam Brumm, Stephen Druce, Noel Hidalgo Tan, serta para peneliti BRIN dan Universitas Hasanuddin.

Menggabungkan perspektif arkeologi, sejarah, geologi, lingkungan, budaya, dan pariwisata dalam satu karya komprehensif.
Menjadi referensi penting bagi upaya pengusulan Maros-Pangkep sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Catatan Kritis
Buku ini sangat kuat dalam aspek akademik dan dokumentasi ilmiah, namun sebagian besar tulisan bersifat ilmiah sehingga memerlukan minat khusus bagi pembaca umum. Selain itu, beberapa klaim mengenai Maros sebagai “gerbang peradaban dunia” masih memerlukan penguatan riset lanjutan agar semakin diterima secara luas dalam komunitas ilmiah internasional.

Kesimpulan
Buku ini merupakan karya monumental yang berhasil mengangkat Maros bukan sekadar sebagai kawasan karst atau situs prasejarah, tetapi sebagai pusat penting dalam narasi asal-usul peradaban manusia dunia. Buku ini layak menjadi rujukan bagi akademisi, pemerhati sejarah dan budaya, pemerintah daerah, pengelola geopark, serta organisasi kebudayaan seperti PERWIRA-LPMT yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya Sulawesi Selatan.

Bagi PERWIRA-LPMT, buku ini memiliki makna strategis karena menunjukkan bahwa:
pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari pelestarian sejarah,
kebudayaan Sulawesi Selatan memiliki akar yang sangat panjang,
Maros, Bone, Pangkep, dan wilayah Bugis-Makassar merupakan bagian dari satu lanskap peradaban besar Sulawesi Selatan.
Keterlibatan PERWIRA-LPMT dalam Gau’ Maraja Leangleang Maros 2025 menunjukkan model kolaborasi antara:
komunitas budaya,akademisi,pemerintah,lembaga internasional,yang dapat menjadi contoh bagi gerakan pemajuan kebudayaan di Sulawesi Selatan.

Penilaian keseluruhan: ★★★★★ (5/5)
Sebuah karya referensi penting yang memperkuat posisi Maros sebagai salah satu lanskap budaya dan prasejarah paling signifikan di dunia.

Buku ini dapat di-download melalui link ini

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *