Oleh : H. Ahmad Saransi
Kepak-kepak sayap disertai cericit-cericit kalong di jantung kota Soppeng menyuguhkan irama alam yg apik. Sementara lapangan yang luas, umbul–umbul dan panji-panji budaya berkibar, menyambut kedatangan tamu-tamu dari berbagai penjuru. Inilah Gau Maraja La Patau Matanna Tikka yang dihelat mulai tanggal 14 – 18 Juli 2023, sebuah peristiwa budaya yang tak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menorehkan lembaran baru.

Pada rangkaian acara Seminar Internasional terlihat para tokoh berdiri bersama: Drs. H. Kaswadi Razak selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Soppeng, Prof. Asri perwakilan Universitas Hasanuddin, dan Andi Muhammad Sapri Pamulu. Ph.D ketua Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT)., Di hadapan saksi sejarah itu, pena menyentuh kertas, menandatangani kerja sama yang akan menghidupkan kembali kejayaan masa lalu pembentukan Geopark Situs Calio, rumah bagi batu serpih kuno yang menjadi bukti kecanggihan teknologi leluhur. Tepuk tangan pecah, dan tampak senyum bangga yang sulit disembunyikan.

Waktu berlalu, dan kalender beranjak ke tahun 2025. Kali ini, perjalanan membawa PERWIRA LPMT ke Maros, ke jantung gugusan karst yang menjulang bak benteng alam. Gau Maraja Leang-leang digelar 3 – 5 Juli 2025, menghidupkan kembali denyut seni purba yang telah terukir puluhan ribu tahun di dinding gua.
Salah satu puncak kegiatan adalah Konferensi Internasional tentang Lukisan Purba Leang-leang. Para arkeolog, sejarawan, dan pegiat budaya dari berbagai negara duduk dalam satu forum, berbagi temuan, penafsiran, dan rencana pelestarian. Ruangan dipenuhi suara antusias yang melampaui bahasa, seolah membentuk satu pesan: warisan ini bukan hanya milik Sulawesi Selatan, tetapi milik dunia.

Dalam kurun waktu yang singkat (tiga tahun) sejak berdiri tahun 2022 (02 – 02 – 22), PERWIRA LPMT telah memperlihatkan aktualisasi diri bahwa mereka bukan sekadar penjaga sejarah, tetapi juga jembatan antara masa lalu dengan masa depan yang gemilang.
Dari batu serpih di Calio hingga telapak tangan purba di Leang-leang, organisasi ini telah mengangkat nama Sulawesi Selatan ke panggung internasional dengan kehormatan, kebanggaan, dan semangat yang tak pernah padam.