Milad ke-4 PERWIRA LPMT

Oleh: Ahmad Saransi

Maros, 31 Januari 2026 — Empat tahun bukanlah waktu yang panjang dalam perjalanan sebuah organisasi, namun cukup untuk menegaskan arah dan komitmen. Hal itulah yang tercermin dalam peringatan Milad ke-4 Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Maros. Suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat, diwarnai semangat persaudaraan dan kecintaan pada kebudayaan.

Didirikan pada 2 Februari 2022, PERWIRA LPMT hadir sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang menempatkan pemajuan kebudayaan sebagai poros utama gerakannya. Sejak awal, PERWIRA LPMT memilih jalan yang tidak semata seremonial, melainkan jalur kerja yang fungsional, berkelanjutan, dan berakar pada kajian ilmiah serta praktik kultural.

Ketua PERWIRA LPMT, Muhammad Sapri Andi Pamulu, Ph.D, dalam laporannya menegaskan bahwa orientasi organisasi diarahkan pada penguatan basis akademik dalam pemajuan kebudayaan.

Berbagai program telah dijalankan secara konsisten, mulai dari seminar kebudayaan, kajian dan inventarisasi naskah-naskah kuno (lontara), transliterasi dan penerjemahan manuskrip, hingga pembangunan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.

“PERWIRA LPMT berupaya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kebijakan publik, khususnya dalam bidang kebudayaan,” ungkap Sapri. Hal ini tercermin dari keterlibatan organisasi dalam penyusunan kajian akademik untuk rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang berkaitan dengan pelindungan dan pemajuan kebudayaan.

Sementara itu, Bupati Maros Dr. Chaidir Syam, yang juga merupakan salah satu pendiri PERWIRA LPMT, menyampaikan bahwa peringatan milad yang sejatinya jatuh pada 2 Februari 2026 dimajukan menjadi 31 Januari 2026 karena adanya tugas kedinasan. Namun demikian, menurutnya, perubahan waktu tersebut sama sekali tidak mengurangi makna peringatan.

“Yang terpenting bukan soal tanggal, tetapi substansi dan semangat yang terus dijaga,” ujar Chaidir Syam. Ia menilai PERWIRA LPMT telah menunjukkan peran strategis sebagai ruang persaudaraan dan persahabatan yang menyatukan semangat kebudayaan dengan kerja-kerja intelektual.

Lebih jauh, Chaidir Syam berharap PERWIRA LPMT terus konsisten menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam merawat warisan budaya Sulawesi Selatan. Kebudayaan, menurutnya, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi identitas yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Milad ke-4 PERWIRA LPMT menjadi penanda bahwa ikhtiar pemajuan kebudayaan membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kolaborasi lintas sektor. Di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman, PERWIRA LPMT menegaskan diri sebagai penjaga ingatan, perawat nilai, dan penghubung masa lalu dengan masa depan kebudayaan Sulawesi Selatan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *