Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si. Terima Penghargaan sebagai Tokoh Literasi Sulsel

Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si. Sejarahwan, Budayawan dan Arsiparis yang juga anggota Dewan Pengawas PERWIRA LPMT dinobatkan sebagai Tokoh Literasi Sulsel 2026 oleh media online Kabar Makassar. Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam moment perayaan 17 th Media KabarMakassar di BikinBikin Creative Hub, Nipah Mal Makassar, Sabtu (29/8/2026).

KabarMakassar menyebut penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusinya dalam merawat arsip, melestarikan naskah, menulis sejarah, serta menjaga pengetahuan dan ingatan kolektif Sulawesi Selatan. Sumber pemberitaan lain juga menyebutnya secara spesifik sebagai “Budayawan & Pegiat Literasi Naskah Kuno” dalam daftar penerima Kabar Makassar Award 2026.

Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si. adalah budayawan, sejarawan, arsiparis, serta pegiat literasi dan pelestarian naskah kuno Sulawesi Selatan. Kiprahnya terutama menonjol pada pelestarian Lontara Bugis-Makassar, sejarah kerajaan-kerajaan Sulawesi Selatan, arsip sejarah, dan penyebarluasan pengetahuan budaya kepada masyarakat.

Beberapa hal penting tentang beliau:
Arsiparis dan pemerhati naskah kuno. UIN Alauddin pada 2023 mencatat beliau sebagai Arsiparis Ahli Madya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Ia terlibat langsung dalam edukasi mengenai pengarsipan, pemeliharaan, dan pemanfaatan manuskrip Lontara.

Pelestari Lontara dan manuskrip Sulsel. Ia aktif dalam Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) Sulsel-Sulbar, termasuk kegiatan transliterasi, penerjemahan, penelitian, dan digitalisasi naskah Lontara.

Mendapat pengakuan nasional. Pada 2021, ia memperoleh penghargaan Perpustakaan Nasional dalam kategori Pelestari Naskah Kuno perorangan.

Pemerhati sejarah Bone dan Sulawesi Selatan. Perpusnas mencatat keterlibatannya dalam upaya menjadikan Lontara Attoriolong Bone sebagai Ingatan Kolektif Nasional pada 2024. Menurut Saransi, penetapan tersebut harus dilanjutkan dengan transliterasi, penerjemahan, workshop, penelitian, dan penerbitan agar manuskrip dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga pernah disebut sebagai Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sulawesi Selatan, antara lain ketika membahas peninggalan sejarah La Patau Matanna Tikka dan sejarah Lompulle, Soppeng.

Berikut adalah respon beliau atas penghargaan tersebut.

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Tabe’ sompungloloku dan keluarga besar PERWIRA LPMT 🙏

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa, ucapan selamat, dan support luar biasa dari teman-teman sekalian atas amanah penghargaan Tokoh Literasi Sulsel 2026.

Pencapaian ini tentu bukan hanya ikhtiar saya pribadi, tapi juga kebanggaan kita bersama. Semangat dan kebersamaan yang kita bangun selalu jadi energi positif dalam perjalanan merawat aksara dan warisan leluhur kita.

Semoga silaturahmi kita senantiasa terjaga erat, sehat, dan sukses selalu untuk kita semua di mana pun berada.

Salama’ki tapada salama’. Kurru sumange’!

Wassalam, Salam takzim & persaudaraan selalu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *